Comments

Friday, May 30, 2014

Belajar filsafat dengan metode dialektika socrates

Posted by at 9:33 AM Read our previous post


Sebenarnya ini sih bukan makalah, tapi budinur ingin berbagi disini seputar tentang Filsafat. 

Oke, dari segi bahasa filsafat itu dapat memiliki 3 arti yaitu

1.pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya;
2 teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan;
3 ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi;

Asal mula filsafat itu dimulai dengan eranya Socrates tahun 470-399 Sebelum Masehi
(untuk alasan kenapa Socrates mulai berfilsafat saya lupa)

Ia melakukan hal tersebut karena kurangnya pengetahuan akan hal-hal asasi, yang membuat Socrates terpanggil untuk menemukan jawaban atas hal-hal dasar sekali mengenai asasi-asasi manusia.
Ia mencari jawaban atas hal hal yang berhubungan dengan manusia yang bersifat mendasar sekali tentang keberanian, keadilan,kesucian dan semacamnya (ya pokoknya yang bersifat rohaniyah lah pokoknya hehehe)

Kemudian ia mulai mengadakan penelitian seperti dialog, meminta nasehat kepada orang lain, pembantahan, dan meminta arti atau definisi. Tanpa ia sadari ia sebenarnya mulai melakukan kegiatan berfilsafat pada tahap kritisisasi atau dialektika
Dari penelitian yang ia lakukan tersebut, ia melahirkan 2 kesimpulan yaitu

Pembongkaran
Maksudnya,ilmu pengetahuan yang ada itu bertentangan dengan budaya masyarakat setempat yang ada seperti “petir itu ada karena dewa zeus sedang marah” padahal petir itu terjadi karena ion ion awan di langit yang bergesekan dan menghasilkan listrik statistik yang menimbulkan suara gemuruh.

Kesadaran yang di tutup tutupi
Banyak orang-orang yang Socrates temui menyadari mereka sendiri bahwa kepercayaan yang mereka pegang selama ini masih ada keragu raguan di dalamnya. Untuk menutupi ketidak mampuan mereka menjawab pertanyaan Socrates, mereka membentak Socrates dan menganggap Socrates sebagai orang yang menentang ajaran agama dan sebagai gantinya ia di hokum mati.

Well kesimpulan atau pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Socrates tersebut adalah bahwa kita harus melanjutkan metode kritisisasi yang di lakukan oleh Socrates, namun di era modern seperti sekarang ini kita tidak harus bertanya saja untuk menemukan hasil penelitian kita, tetapi kita harus menggunakan akal sebagai jalan untuk menemukan jawaban yang real atau benar benar dapat di buktikan secara ilmiah.

jika masih merasa kesulitan dalam memahami bahasa anda bisa membaca peta konsep yang sudah di buatkan oleh dosen saya :D

 

No comments:

Post a Comment